Gift and Grateful


"I still remember the days i prayed for the things i have now."

Diam dan menyendiri.
Membeku dalam waktu yang tak singkat.
Berjalan untuk merenungi.
Mengumpulkan berbagai berkat.

Tak ada yang tahu apa yang sedang dialami.
Gejolak batin yang semakin mengikat.
Masa-masa penuh dengan hal yang terpaksa diratapi.
Mencoba untuk tetap kuat.

Lalu, mereka berbondong-bondong datang menghampiri.
Sebagian hanya ingin tahu bagaimana penat.
Sebagian lagi sungguh datang mengasihi.
Aku kemudian memberi sekat.

Perlahan tapi pasti harapan datang bersama pelangi.
Melepas semua gundah dengan ketat.
Syukurku pada sang malaikat dan bidadari.
Mereka dikirim oleh Dzat yang begitu dekat.

Doaku tak lepas untuk yang senantiasa mendampingi.
Hadiah diberikan setelah kesabaran yang taat.
Kuyakin impianku dikagumi.
Saatnya aku memeluknya dengan erat dan tulusnya niat.

Tak ingin melepasnya lagi.
Walau hanya sesaat.
Impianku adalah hidupku yang dirihoi.
Akan pasti selalu menemukannya lagi dengan cepat.

*Saat-saat sendu membangun istana.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gift and Grateful"

Post a Comment