Contoh Anggaran atau Pos Keuangan Anak Rantau

Halow.
As always...Long time no see (saya selalu berharap agar tidak menuliskan kalimat yang satu ini hiks tapi apalah daya, hidup di dunia nyata benar-benar menyita waktu).

Kali ini ada artikel (tentang anak kos lagi) yang ingin saya bagikan, entah tempo hari saya terinspirasi dari peristiwa apa hingga membuat saya pengen menulis ini di note. Tapi, baru hari ini bisa saya kelarin.

Jadi, ini adalah sebuah artikel tentang bagaimana cara membuat anggaran umum bagi kita-kita yang sedang atau masih ada di kota rantau. Tujuan saya nulis ini untuk membantu sedikit membuka pikiran kita bahwa me-manage uang yang kita miliki itu sangat penting.

Dalam artikel ini saya khususkan bagi orang-orang di kota rantau karena kebanyakan dari mereka punya mimpi besar soal materi sebelum kembali ke kampung halamannya, namun seringkali terkendala biaya hanya karena tidak mampu me-manage keuangan.

Berikut ini merupakan gambaran umum cara mengatur keuangan, baik yang masih disubsidi dari orang tua ataupun yang sudah mandiri secara finansial alias udah mampu menghasilkan uang sendiri.

Contoh
Budget Rp 2.000.000 per Bulan :
Kos Rp 400.000
Makan Rp 750.000
Transport Rp 400.000
Perlengkapan pribadi (Sabun, shampoo, pasta gigi, dll) Rp 250.000
Nabung Rp 200.000
Total Rp 2.000.000

Budget Rp 3.000.000 per Bulan :
Kos Rp 1.000.000
Makan Rp 900.000
Transport Rp 600.000
Perlengkapan pribadi Rp 300.000
Jajan/nongkrong/nabung Rp 200.000
Total Rp 3.000.000

Budget Rp 4.000.000 per Bulan :
Kos Rp 1.300.000
Makan Rp 1.500.000
Transport Rp 600.000
Perlengkapan pribadi Rp 300.000
Jajan/nongkrong/nabung Rp 300.000
Total Rp 4.000.000

Keterangan :
1. Untuk anak kos yang kosannya deket dengan kampus atau tempat kerja bisa lebih hemat dengan mengurangi biaya transport. Jika biaya transport dihilangkan, bisa saja budgetnya digunakan untuk keperluan lain seperti ditabung atau disedekahkan.

2. Untuk biaya tempat tinggal (kos) dikondisikan sesuai dengan nyaman tidaknya seseorang disuatu tempat tinggal.

3. Untuk biaya makan sehari-hari bisa dianggarkan berapa banyak budget yang dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan perut per hari. Kalau memang belum cukup budget-nya, bisa coba puasa (hihi). Kan mayan latihan istiqomah ibadah plus ngirit.

Anggaran diatas hanya contoh kebutuhan makan rata-rata sebagian orang dengan standar biaya makanan di Kota Jogja. Kenapa saya mengambil contoh dari Jogja? Ada beberapa alasan, tapi yang paling jelas adalah karena saya rantau sudah sekitar 5 tahun di Jogja dan mengenal banyak temen rantau disana yang selalu berbagi pengalaman soal kondisi hidup.

So, mulailah pinter-pinter menyusun anggaran kebutuhan hidup sehari-hari agar tidak bablas. Karena, disusun pun belum tentu kita bisa terhindar dari pembengkakan biaya apalagi jika tidak disusun. Rajin-rajin nabung dan selalu ingat untuk memberi kepada yang membutuhkan. Karena rejeki bisa datang dari berbagai arah.
Caaaoooo.....

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Contoh Anggaran atau Pos Keuangan Anak Rantau"