Pertanyaan "Tak Pantas" 2



Hola

Tanpa banyak basa basi yuk langsung lanjut pembahasan (seperti sebelumnya) tentang beberapa pertanyaan tak pantas yang suka ditanyakan oleh anak-anak muda atau orang-orang kepada temennya.

Gajinya berapa?


Poin ini juga adalah salah satu yang tak pantas ditanyakan pada orang yang belum akrab dengan kamu atau kamu tanyakan berulang-ulang. Simple saja. Untuk apa tahu itu?
Materi memang penting, tapi bukan berarti membuat kamu menjadi tidak punya etika kepada orang lain. Tunggu saja sampai suatu saat kamu akan tahu berapa gaji orang yang kamu tanyakan.

Mungkin kamu akan senang jika gaji mereka lebih rendah dari kamu, tapi itu menunjukkan bahwa nilai diri kamu tidak lebih tinggi dari mereka. Daaaan jika ternyata gaji mereka lebih tinggi dari kamu, kemungkinannya ada 2 : bikin kamu malah jadi rendah diri atau menimbulkan penyakit hati lainnya, yaitu iri hati (hhiiiiii).

Jika kamu merasa pekerjaanmu paling baik atau bergengsi saat ini, wajar-wajar saja. Tapi, ingat bahwa banyak juga orang diluar sana bangga dengan pekerjaan mereka sendiri. Intinya jangan merasa paling tinggi HANYA karena kamu bekerja di perusahaan yang bergengsi atau dengan gaji gede serta tunjangan hari tua yang sudah terjamin. Daaan itu membuatmu merendahkan orang lain.

Prinsip dan filosofi hidup sebagian orang tidak sama dengan dirimu. Sebagian orang punya cara menikmati hidup dan pekerjaan masing-masing.

Bekerja itu bukan hanya soal uang, tapi juga soal waktu. Bekerja itu juga bukan hanya soal menggunakan ijazah untuk bekerja tapi lebih kepada pola pikir dan kecerdasan mental serta etika dalam bersosialisasi.

Hidup memang perlu realistis tapi jangan sampai terpenjara dengan mindset yang tak berkembang, monoton, dan tak percaya dengan adanya Dzat yang Kuasa.

Rejeki bisa datang dari arah mana saja kepada orang-orang yang mau berusaha dan berdoa. Rejeki bukan hanya soal bekerja di tempat yang HANYA kamu yang banggakan. Rejeki itu luas.

Kamu tidak pernah tahu mungkin saja penghasilan mereka yang bukan bekerja seperti pekerjaanmu itu lebih besar dari penghasilanmu. Hanya karena mereka tidak terikat dalam suatu kontrak bukan berarti mereka lebih rendah darimu.

Pemikiran "terbelakang" seperti itulah yang memunculkan banyak orang yang berpikir bahwa materi dan jabatan adalah segalanya yang bisa dibanggakan sehingga sulit bagi sebagian besar orang untuk menghargai sesama manusia dari adab atau etika yang dimilikinya. Kasihan anak-anak kita kelak terbelenggu dengan pemikiran macam itu.


Jaman semakin canggih, seharusnya lebih mudah menebarkan budaya dan energi positif dibanding negatif. Semua berawal dari pemikiran atau akal yang terus berkembang.

To be continued...
See you

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pertanyaan "Tak Pantas" 2"

Post a Comment