Pertanyaan “Tak Pantas” yang Sering Ditanyakan oleh Anak Muda terhadap Temannya


 

Sudah lama tidak menumpahkan pemikiran-pemikiran tentang fenomena hidup dalam blog ini. Maaf saya lagi banyak kesibukan lain di dunia nyata yang sangat mepet untuk diselesaikan. Artikel-artikel atau berita yang saya posting belakangan ini adalah bagian dari pekerjaan saya yang mepet itu. Emm, kata “maaf” tadi saya tujukan untuk diri saya sendiri juga karena kasihan dengan otak yang dibiarkan penuh dan tidak diasah selama beberapa minggu tidak nulis di blog. Kenapa harus di blog? Karena bagi saya, hanya di blog saya bisa menuangkan banyak hal dengan lebih detail dibandingkan dengan buat caption di Instagram atau menulis artikel berita dan juga karena hanya disini saya bisa menumpahkan isi hati dan pemikiran saya tanpa batas. Lalu kenapa tidak di buku? Karena kalau di buku itu terlalu panjang dan perlu melalui beberapa prosedur. Hihiii....
 
Oh iya tentang judulnya mungkin cukup sarkastik, saya mohon ijin dari awal karena mungkin ada kata-kata "nyinyir" pada postingan ini, sebab hal tersebut berangkat dari fenomena yang ada dan bikin saya gemes. Maaf kalau harus menggunakan kata “tak pantas” pada judul karena menggunakan kata-kata lembut atau kiasan sangat lambat nyampe di otak-otak mereka yang jarang di kasih nutrisi.

Seperti fenomena sebagian orang, khususnya anak muda yang otaknya langsung “ON” kalau mendengar informasi “SAMPAH”. Kenapa dengan anak muda? Karena saya masih muda, jadi saya mau bersuara dengan generasi saya. Kalau orang tua, nanti dibilang menggurui hikhikhik... Gak ding, kalau orang tua, saya maklum, sebagian dari mereka memang tidak paham dan sudah bukan kapasitas kita untuk berdebat dengan orang tua. Nurut wae lah kalau ama orang tua mah. Orang tua punya generasinya sendiri.
 
Emm... Pasti udah pada penasaran ya pertanyaan “tak pantas” yang saya maksud itu apa? Inilah beberapa pertanyaan tersebut.
1. Kapan lulus atau wisuda?
Siapa yang sering nanya ini ke temennya? Atau siapa yang udah beberapa kali menanyakan hal ini ke teman yang sama, saya ulangi ke teman yang sama dan sering?
Kalau kamu merasa sering melakukannya, saya sarankan stop dari sekarang. Lebih baik mendoakan diam-diam teman kamu tentang kelancaran tugas akhirnya dibanding bertanya tidak penting seperti ini.

Kamu tidak pernah tahu tekanan yang dialami mereka yang belum lulus, tidak tahu bagaimana sulitnya sebagian dari mereka menjalani tiap hari bahkan tiap jam waktu perkuliahan, tidak tahu bagaimana sulitnya mencari judul skripsi atau tesis, tidak tahu bagaimana saat-saat mengejar dosen pembimbing yang sangat sulit ditemui karena kesibukan yang sangat luar biasa, dan masih banyak lagi.

Stop, cukup satu atau dua kali saja bertanya. Tingkat stres seseorang yang berada pada semester-semester akhir kuliah sangatlah tinggi. Bahkan beberapa kali ada kasus yang terekspos di media bahwa ada yang sampai bunuh diri hingga ada yang membacok dosennya karena belum lulus. Kalian paham? Itu karena tekanan yang mereka rasakan sangat luar biasa di masa-masa itu dan tidak semua orang sanggup mengelola tekanan itu dengan baik.

Saya sendiri mengenal beberapa teman yang sering menangis dan sangat nyesek setelah mendapat pertanyaan macam itu. Bayangkan jika baru saja proposal atau skripsinya diharuskan direvisi oleh dosen dan kamu datang dengan entengnya bertanya "kapan lulus? kapan wisuda? bagaimana skripsinya?". Stop it please!
2. Kapan menikah?
Pertanyaan ini salah satu yang paling populer di masyarakat. Kalau hanya 1 atau 2 kali bertanya soal ini, it’s not big deal alias kagak masalah. Tapi, saat kamu sudah sering menanyakannya dan bahkan ada sebagian lagi orang tiap kali ketemu atau komunikasi dengan temannya pasti menanyakan pertanyaan macam ini, bisa dipastikan kamu sebenarnya tidak peduli terhadap temanmu itu, melainkan hanya ingin mencari kekurangannya saja. Ini sama saja namanya tidak tahu etika (maaf keras, lagi-lagi karena kebanyakan orang hanya bisa langsung mencerna kata-kata keras dibanding dilembut-lembutin).

Hal ini berdasarkan pengalaman yang saya alami sendiri dan sangat banyak orang yang saya kenal mengeluh sedih karena pertanyaan tersebut. Awalnya saya berpikir, apakah mungkin saya yang sensitif atau mudah tersinggung? Tapi, setahu saya, saya bukan tipe orang seperti itu. Saya tidak mudah memikirkan kata-kata negatif orang lain karena saya menganggap mereka tidak paham dengan apa yang saya jalani dan hadapi dalam hidup.

Tapi, karena terlalu sering mendapat pertanyaan semacam itu dari teman sendiri (teman yang bisa dikatakan akrab), saya jadi berpikir apa yang sebenarnya teman saya itu inginkan? Apa maksud dari pertanyaan yang tiap kali, benar-benar setiap kali dia mendapati saya dalam berbagai kesempatan atau saat ada waktu komunikasi pasti pertanyaan itu dilontarkan tanpa ampun olehnya, seolah tidak ada pembahasan lain.

Saya jadi berpikir, apakah sangat salah jika seorang wanita belum menikah karena ada beberapa alasan jelas dan alasan itu tidak dapat dijelaskan kepada semua orang? Tidak semua orang, bahkan teman yang merasa akrab pun terkadang tidak perlu tahu alasan tersebut karena bersifat sangat pribadi. Tidak semua orang bisa "terbuka" pada "semua" orang lainnya.

Apakah pernikahan itu sebuah ajang perlombaan yang jika ada yang belum menikah di usia yang sudah cukup banyak teman-temannya telah menikah bahkan memiliki anak dianggap sebagai orang yang kalah? Jika iya, saya tidak keberatan jika dianggap kalah. Saya tidak pernah terpikir untuk membanding-bandingkan hidup saya dengan orang lain atau teman-teman saya. Saya terlalu sibuk menikmati hidup yang Sang Pencipta anugerahkan sehingga celah untuk merasa rendah diri sulit untuk masuk ke hati saya.

Saya mensyukuri tiap detik dan tiap momen dalam hidup saya dan saya merasa mendapatkan sangat banyak kebahagiaan selama ini. Banyak hal yang orang lain belum tentu dapatkan, tapi saya diberi kesempatan untuk mendapatkannya. Bisa selalu memiliki waktu dan berkumpul dengan keluarga, memiliki sahabat-sahabat yang setia, pekerjaan yang asyik, bisa menikmati hobi saya setiap hari, dan selalu dikelilingi oleh orang-orang baik dimanapun saya berada, bagi saya itu sangat luar biasa.

Lalu kenapa kalian sibuk mengurusi kapan saya menikah yang saya sendiri belum tahu jawabannya atau mungkin saya belum mau berbagi info pribadi ini dengan kalian karena beberapa alasan pribadi. Saya hargai dan tidak masalah jika hanya sesekali menanyakan hal itu, tapi ada sebagian orang yang mulai membuat saya terganggu hingga membuat saya menangis dan orang ini adalah orang yang akrab dengan saya "dulunya", sekarang saya menjaga jarak tapi tidak terlalu ekstrem. Kalau saja orang lain yang menanyakannya berulang, buat saya itu tidak masalah. Cuek bebek. Gak begitu peduli. Tapi... tapi..... tapiii.... ah sudahlah...

Di Indonesia sendiri memiliki banyak pulau yang artinya banyak juga budaya. Tidak semua budaya di Indonesia menganggap usia 18 hingga 25 tahun sudah harus untuk menikah. Dan tidak semua budaya di Indonesia menganggap bahwa usia 26 hingga 30 tahun sudah terlambat bagi seorang wanita untuk menikah. Intinya semua itu terkadang bukanlah soal pilihan tapi takdir. Apa mau marah-marah ama takdir???

Hmm.
Selain bentuk pertanyaan, ada juga kalimat yang dimodifikasi dalam bentuk pernyataan bahkan perintah. Seperti “Cepetan nikah lah beb/say, jangan lama-lama ih!”. Nah itu, heran saya dengan teman-teman yang sering ngomong gitu. Untungnya apa coba nyuruh orang cepet-cepet nikah? Kamu mau ngasih calon pasangan yang asal-asalan buat mereka? Atau kamu mau mereka maksa calon mereka untuk segera nikahin mereka? Kamu mau biayain buat acaranya? Terus setelah acara, apa kamu juga yang mau nafkahin? Kayak gak ada bahan obrolan lain aja.
 
Tidak semua orang punya hidup sesimple hidup kalian. Setidaknya berpikirlah lebih dalam, bukankah kita punya otak yang diciptakan untuk berpikir banyak hal? Banyak hal yang kalian tidak ketahui tentang hidup orang lain biarpun itu adalah teman yang kalian anggap akrab dengan kalian. Jangan menilai seenaknya saja tanpa berpikir panjang. Kalian tidak tahu bagaimana perasaan orang-orang yang kalian tanyakan hal-hal macam itu.
Hal yang kalian anggap sepele, belum tentu sepele juga bagi orang lain dan hal sepele itu tidak ada gunanya ditanyakan terus menerus. Lagi pula tidak ada faedahnya bertanya seperti itu, jauh lebih baik mendoakan. Coba tanyakan pada hati kecil kalian, apa gunanya sering bertanya seperti itu? Sekedar ingin tahu atau ingin lebih dulu tahu dibanding teman-teman yang lain? Memangnya kalau sudah tahu kenapa? Kalian mau membantu atau menyumbang? Atau cuma sekedar ingin membuat kalian merasa lebih beruntung dari mereka yang belum menikah? Oh no, hati-hati. Pemikiran anak SMP bahkan SD yang macam itu.
Maju sist maju, sekarang era digital, jangan terus-terusan memelihara kebodohan. Keberuntungan dan kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Ada yang berdasarkan naluri, passion, dan juga budaya lingkungan keluarga. Kalau kamu merasa beruntung dengan pernikahanmu atau merasa beruntung karena telah menikah lebih dulu dibanding teman-temanmu, ya wajar dan silahkan saja.

Tapi, jangan menganggap hanya itu yang dikatakan keberuntungan atau kebahagiaan dalam hidup di alam semesta ini yang hanya karena otak kamu saja berpendapat seperti itu. Banyak orang diluar sana memiliki kebahagiaannya masing-masing dan menjalaninya dengan jauh lebih nikmat dan berbeda dari kehidupanmu.

Ada banyak wanita yang beruntung bisa menikah di usia relatif muda dan segera memiliki anak.

Ada juga menikah muda tapi belum memiliki anak hingga diusia 30 tahun atau lebih tapi punya suami yang setia dan perhatian.

Ada yang menikah diusia diatas 27 tahun tapi segera dianugerahi anak kembar atau tiap tahun bisa melahirkan.

Ada yang menikah diusia diatas 27 tahun dan bisa menggelar acara pernikahan yang mewah sesuai mimpinya.

Ada yang menikah diusia diatas 27 tahun setelah puas menikmati solo traveling ke berbagai daerah yang indah di dalam atau diluar negeri.

Ada yang menikah dengan perjaka, baik-baik, dan punya pekerjaan yang bagus.

Ada yang menikah dengan perjaka, pekerjaannya mungkin tidak begitu cemerlang, tapi orangnya soleh.

Dan masih banyak lagi keberuntungan setiap wanita yang bisa disyukuri dan harusnya dipahami oleh wanita lainnya.

Udah itu aja (hihihiii).

See you :*

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pertanyaan “Tak Pantas” yang Sering Ditanyakan oleh Anak Muda terhadap Temannya "

  1. Nice Thread kk

    Ligafox Game Dapat Diakses Melalui Hp Andorid, Hp ios, Laptop, Dan PC.

    https://imgur.com/a/49MIAmI

    Ligafox Adalah Situs Taruhan Online Terlengkap Dan Terpercaya Indonesia.

    Permainan Ligafox Dapat Diakses Melalui Hp Andorid, Hp ios, Laptop, Dan PC.
    Minimal Deposit Hanya Rp. 10.000

    Ligafox Game Dapat Diakses Melalui Hp Andorid, Hp ios, Laptop, Dan PC.

    Hadiah Jackpot Utamanya Rp. 60.000.000
    ( 10 Menit Proses Pencairan )

    Dalam Satu Id / Username Dapat Bermain :

    1. Poker - Qiu-Qiu - Ceme - Capsa Susun - SuperTen - Omaha

    2. Taruhan Bola/Sportbook ( SBO dan UBObet )

    3. Live Casino/Baccarat - Roullete ( 8 Provider Live Casino )

    4. Slots Game Terlengkap

    Customer Service 24 Jam :
    BBM : D88F4218
    LINE : ligafox
    Whatsapp : +62 813-1338-9894 ( bit.ly/2vs06a9 )
    Instagram : #ligafox
    Link Alternatif : Ligafox Net


    Bandar Bola DANAMON


    Bandar Bola MANDIRI


    Bandar Bola CIMB


    Bandar Bola BNI


    Bandar Bola BCA


    Bandar Judi CIMB


    Daftar Casino CIMB


    Daftar Poker CIMB


    Bandar Casino BCA


    Nonton Bokep Lancar


    #ligafox #ligafoxsport #idnsport #livecasino #slotsgame #casinogames #taruhanbola #bettingbola #bandarbola #bandarcasino #bandarlivegame #idnlivegame #idnlive #livegame #sportsbook #LigafoxDotNet #LigafoxDotCom #SitusCasinoTerbaik #GameSlotOnline #sbobet #ubobet #BandarQ #TaruhanOnline #PokerAndroid #Superten #PrediksiBola #PrediksiSkor #BandarCasinoBCA #BandarCasinoBNI #BandarCasinoDANAMON #BandarCasinoCIMB #BandarCasinoMANDIRI #DaftarPoker #DaftarAkunPoker #PokerCIMB #DaftarCasino #BandarJudiCIMB #BandarBolaBCA #BandarBolaBNI #BandarBolaCIMB #BandarBolaMANDIRI #BandarBolaDANAMON

    ReplyDelete