Fakta Anak Kos (Kamar Reguler dan Eksklusif)

Kehidupan anak kos merupakan topik yang sangat penting untuk dibagi, baik bagi anak kos sendiri maupun untuk orang-orang disekelilingnya. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kehidupan anak kos. Berbagai cerita dan gejolak kehidupan sangat dekat di dalamnya. Bertemu dengan berbagai macam keadaan dan karakter orang adalah tantangan tersendiri bagi anak kos. 

Salah satu yang menarik adalah cerita tentang anak kos kamar reguler dan kamar eksklusif. 

Perlakuan yang berbeda dari pemilik kos

Ada fakta tentang anak kos yang mendapatkan perlakuan berbeda dari pemilik kos (biasanya ibu kos, pemilik atau asisten). Sebagian pemilik kos ada yang menyediakan kamar reguler dan juga kamar eksklusif. Kamar reguler yaitu kamar dengan fasilitas dasar seperti tersedia tempat tidur, lemari, dan meja belajar. Kamar eksklusif yaitu kamar dengan fasilitas dasar juga tapi plus kamar mandi di dalam kamar serta dilengkapi dengan pendingin udara (AC).

Kedua jenis kamar tersebut termasuk kamar-kamar yang memiliki harga sewa yang tidak bisa dikatakan murah. Tapi, yang mengherankan adalah masih ada pemilik dan atau asisten kos yang memperlakukan anak kos dengan cara yang berbeda. Anak kos kamar eksklusif biasanya lebih di anak-emaskan dibanding anak kos kamar reguler (sebagian orang sudah biasa mungkin mendengar hal semacam ini). Tulisan ini saya buat dengan beberapa tujuan, yaitu agar yang tidak pernah tahu menjadi tahu, agar para pemilik/asisten kos macam ini kesentil biar paham, dan untuk saling mengingatkan agar tidak sombong dan tidak menilai manusia hanya dari materi (ehhem).

Saya pernah mengalaminya sendiri, baik yang diperlakukan dengan sangat istimewa maupun diperlakukan "seadanya", bahkan sampai dijutekin sama ibu kos hhihihi. Diperlakukan istimewa karena saya pernah "tidak sengaja" mengambil kamar eksklusif. Ada juga di kos saya yang lain, karena saya masih penghuni pertama dan satu-satunya dikosan tersebut jadi diperlakukan dengan sangat manis. Lalu, diperlakukan seadanya saat kosan sudah ramai. Lalu, dijutekin saat saya sudah tidak lagi ngekos di kosan ibu itu tapi masih sering berkunjung ke teman-teman kos yang masih stay disana hihihi (aneh ya).

Dikos saya yang lainnya lagi juga pernah diperlakukan seadanya karena saya adalah anak kos kamar reguler.  Bahkan di kosan ini ada perlakuan yang sungguh luar biasa. Saat aturan yang diberikan kepada kami sebelum fix bayar dan masuk kosan sudah kami setujui dan benar-benar patuhi saat sudah menjadi bagian dari kos tersebut, ternyata anak kos ekslusif "boleh" saja melanggarnya tanpa teguran apapun. Alasannya karena "itu anak kesayangan ibu". Uh wah, itu isi chat ibu yang jaga kosan kami. Chat itu adalah balasan dari komplain teman kos saya waktu itu karena anak kos kamar eksklusif sudah berkali-kali melanggar aturan kosan yang sangat mengganggu kami.

Aturan yang dilanggar adalah membuat keributan pada malam hari dimana sudah seharusnya kami istrahat dan tidur, memasukkan teman cowok beberapa kali di area yang dilarang hingga ke ruang tivi padahal aturannya teman cowok hanya boleh sampai di teras dan ruang tamu rumah depan (kosan ini terdiri dari 1 rumah yang di dalamnya ada beberapa kamar, lalu bagian belakangnya terdapat beberapa bangunan kamar lagi dan taman).
So that, i can say "It's all depend on your money". 

Oke, meng-anak-emaskan anak kos kamar eksklusif mungkin tidak begitu masalah jika tidak terang-terangan menunjukkan perbedaan perlakuan antara keduanya tersebut. Tapi, yang ini benar-benar ditunjukkan dan dikatakan langsung. Sungguh membuat saya terharu pada suatu malam dimana salah satu teman kos saya akan pindah kosan, asisten kos kami dengan sangat "sopan" mengatakan "mbak, maaf ya saya tidak ngebantu mbk ngangkat-ngangkat barang".

Berikan tepuk tangan kepada asisten kos kami yang bikin saya terharu sampai mengeluarkan air mata malam itu. Beliau ada di kamar khusus asisten kosan yang terletak dekat gerbang kosan. Teman kos saya memperlihatkan kepada saya semua isi chatnya dengan beliau yang baru malam itu saya akhirnya tahu beliau sangat tega membiarkan kami tahu bahwa beliau hanya bersantai-santai di kamar kecil itu dan melihat kami dari lubang kecil yang beliau buat di pintunya.

Mending kami tidak tahu sama sekali kalau beliau ada dikosan dan tidak perlu kami tahu kalimat yang mengecewakan hati yang mengatakan kalau tidak bisa membantu. Kenyataan bahwa beliau tidak membantu teman saya yang memiliki sangat banyak barang waktu itu dan kalimat di chat serta kemunculan beliau di depan pintu kamar beliau setelah mendengar suara koper yang diseret membuat saya susah untuk menyapa beliau malam itu. Bukan tidak bisa, tapi tidak mau :(

Bagaimana bisa ada orang yang kami kenal baik, percayai, hormati dan hargai yang menjaga dan mengurus berbagai kepentingan kos dengan "sopannya" hanya melihat-lihat kami mengangkat barang-barang cukup berat yang jarak antara kamar dengan gerbang kurang lebih 100 meter. Kalau itu bukan tugas asisten kos yang diperintahkan oleh ibu atau bapak kos, setidaknya itu adalah tugas kita sebagai manusia yang menunjukkan kalau kita punya hati dan akal. Tepuk tangan sekali lagi, ckckckck...

Cerita lainnya adalah adik kos saya yang sedang belajar di teras kosan bersama teman-teman kampusnya tiba-tiba dimatikan lampu oleh pemilik kosan. Wah sopan, kan. Bikin malu ama teman-teman yang lagi belajar. Ada juga teman kos lainnya yang senyumnya tidak dibalas oleh ibu kos padahal jangka waktu untuk membayar kos masih lumayan lama. Ada juga yang bercerita bahwa ibu kos akan senyum-senyum dan menyapa ramah saat anak kos baru saja membayar uang kos lagi. Ckckck. 

Cukup sekian tulisan ini.
Nantikan kelanjutan cerita anak kos.

See you.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fakta Anak Kos (Kamar Reguler dan Eksklusif)"

Post a Comment